SIDARI Sistem Informasi Daerah Irigasi

Daerah irigasi merupakan sekumpulan area / lahan yang terdapat air dari satu atau beberapa jaringan irigasi. Di dalam sebuah daerah irigasi juga terdapat beberapa bangunan meliputi bangunan bendung, saluran-saluran primer dan sekunder termasuk bangunan bangunan utama dan pelengkap saluran pembawa dan saluran pembuang.

Irigasi merupakan bagian pokok dalam dunia pertanian, sebab dari sinilah suplay air dapat terpenuhi. Oleh karena itu irigasi perlu dapat perhatian khusus baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Sistem Informasi Daerah Irigasi adalah sebuah alat bantu komputer yang cukup efektif dalam pengelolaan Irigasi. Sistem ini kami rancang bersama beberapa ahli irigasi dan tenaga teknis irigasi, dengan harapan mampu membantu dalam pengelolaan daerah irigasi.

Sistem yang kami bangun dapat mengakomodir banyak bagian pada pengelolaan irigasi, diantaranya:

  1. Manjemen Data Daerah Irigasi
  2. Manjemen Data Saluran Irigasi / Jaringan Irigasi
  3. Manjemen Data Banguna Irigasi (Embung, Bendung, Free Intake, Mata Air, Bangunan Pelengkap)
  4. Manjemen Data Area Irigasi / Sawah.
  5. Perawatan Bangunan Irigasi
  6. Pengelolaan Pekerjaan Fisik Bangunan

Fitur aplikasi

  1. Penyajian utama berupa peta digital
  2. Desain menarik dan responsive
  3. Aplikasi dibangun dengan Bahasa pemrograman yang uptodate dan opensource
  4. Aplikasi berbasis web sehingga memudahkan user dalam mengakses
  5. Dilengkapi denga laporan dan grafik yang dapat dicetak
  6. Aplikasi multi user dan dengan level user yang dapat ditentukan.

Informasi selengkapnya silahkan hubungi kami

Webgis Irigasi Dinas Pertanian

Sistem Informasi Irigasi pengairan sawah, dibangun untuk memetakan daerah irigasi yang ada disuatu wilayah. Aplikasi ini berbasis web / webgis sehingga untuk menjalankan membutuhkan aplikasi browser. Aplikasi dapat berjalan secara Online Maupun Offline. Basemap pada aplikasi ini adalah peta digital dengan format Shapefile.

a. Informasi Daerah Irigasi
Informasi  yang  ditampilkan  meliputi  nama  daerah  irigasi,  kantor cabang,  status  kewenangan,  nama  bendung,  luas  DI,  nama  sungai, lokasi, pola tata tanam, dan skema.

b. Informasi Saluran Irigasi
Informasi yang ditampilkan meliputi nama saluran, status kewenangan, jenis saluran, panjang saluran.

c. Informasi  Bangunan  pada  Daerah  Irigasi  Informasi  yang  ditampilkan meliputi  nama  bangunan,  kode  bangunan,  elevasi,  dimensi  (panjang, lebar,  tinggi),  kondisi  bangunan,  bentuk  penampang,  tahun pembuatan dan foto bangunan.

d. Perubahan Data
Perubahan  data  spasial  yang  dapat  dilakukan  adalah  penambahan, pengurangan atau editing peta. Selain itu operator dapat mela-kukan editing pada entry database informasi peta. Fungsi ini sangat berguna pada saat pemutakhiran data baik spasial maupun atributif.

Berikut demo aplikasi webgis irigasi. Informasi selengkapnya silahkan menghubungi konak yang ada pada website ini.